Senin, 02 Januari 2012

PENDEKATAN PEMBELAJARAN

pengertian
   pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai kemampua, kemahiran dan keterampilan pendidik mengorganisasi peserta didik (PD) agar belajar.
dapat juga diartikan sebagai keterampilan pendidik mengolah pesan (bahan ajar) yang di peroleh dari berbagai sumber seperti buku teks, kehidupan, pengalaman internet, dll.
     pendekatan pembelajaran diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proser pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi,menginspirasi, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis
tertentu.
    pendekatan pembelajaran, terdapat 2 jenis pendekatan yaitu:
1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered appoach).
2. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered appoach).
    menurut newman dan logan, mengemukakan 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu:
1. mengidentifikasi dan dan menetapkan spesifikasi  dan klafikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus di capai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (bask way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan di tempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (criteria) dan patokan ukuran (standart) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan ( achievent) usaha.
    jika kita terapkan dalam konteks pelajaran, ke 4 unsur tersebut adalah:
 1. menetapkan spesifikasi dan klafikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik.
 2. mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langakah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
 3. mempertimbangkan dan memilih sistim pendekatan pembelajaran yang di pandang paling efektif.
 4. menetapkan norma-norma dan batas minimim ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran keberhasilan. 
        penbelajaran secara individual
 bertujuan: memberikan kesempatan dan keluasan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri, mengembangkan kemampuan, bakat, minat tiap individu PD secara optimal.
     kedudukan PD dalam pengajaran secara individual adalah bersifat sentral. 
 1. keluasan belajar berdasarkan kemampuan sendiri .
 2. keluasan mengontrol kegiatan, kecepatan dan intensitas belajar.
 3. PD bertanggung jawab perlakuannya.
 4. PD menilai sendiri atas hasil belajar.
 5. PD bisa mengetahui kemampuan sendiri.
 6. PD berkesempatan menyusun program belajar sendiri. 
       `dalam menyimplementasikan kurikulum berbasis kopetensi E, mulyasa (2003) mengeyengahkan 5 modal pembelajaran yang di anggap sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kopetensi  yaitu:
 1. pembelajaran kontektual (kontextual teaching learning) atau di dingkat dengan CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta dididk mampu menghubungkan dan menerapkan kopetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari. 
 2. pembelajaran bermain peran (role playing) adalah salah satu model pembelajaran yang di arahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut  kehidupan peserta didik.
 3. pembelajaran partisipatif ( participative tweching and learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
 4. belajar tuntas (mestery learning)
 belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta ddidik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh matari yang di pelajari.
 5. pembelajaran dengan modul (modular instruction) modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai satuan bahasan tertentu yang disusun secara sisrematis,operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaanya untuk para guru.
 6. pelajaran inkuiri
 adalah pelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan sisiwa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis,ktitis,logis,analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar