KEHAMPAAN
Ketika hadir mu datang
Sosok hati terasa senang
Gerak-gerik tangan seakan bergetar
Jari-jari pun ikut merasakan
Tapi mengapa......
Kau pergi menghilang
Tanpa menimggalkan pesan
Sungguh sangat menyakitkan
Kan ku coba untuk tegar
Walau hadir mu tak datang lagi
Aku merelakan mu
Untuk dapatkan yang terbaik lagi dari ku...
sang pemimpi
Jumat, 06 Januari 2012
IBU
Saat ku jauh dari mu ibi
Aku merasakan kerinduan yang amat dalam
Namun aku merasa senang karna
Aku merasa dekat dengan mu
Engkau tak kenal lelah
Demi kebaikan masa depan anak mu
Dan berharap keberhasilan
Untuk anak mu kelak
Aku kan berusaha semampu ku
Untuk memberikan yang terbaik buat mu ibu
Selama ku bisa dan mampu
Takkan ku sis-siakan semuanya
Ini semua ku lakukan
Untuk mu ibu...
Aku merasakan kerinduan yang amat dalam
Namun aku merasa senang karna
Aku merasa dekat dengan mu
Engkau tak kenal lelah
Demi kebaikan masa depan anak mu
Dan berharap keberhasilan
Untuk anak mu kelak
Aku kan berusaha semampu ku
Untuk memberikan yang terbaik buat mu ibu
Selama ku bisa dan mampu
Takkan ku sis-siakan semuanya
Ini semua ku lakukan
Untuk mu ibu...
KESEDIHAN SEORANG WANITA
Kupandang sosok wanita
Duduk sendiri di bawah jalan
Tak punya arah hidup
Aku tak bisa membayangkannya...
Bagaikan ranting yang sudah patah
Yang tak bisa tersambung lagi
Terus berjalan tak peduli
Panasnya terik matahari
Dengan tubuh lemah gemulai
Memikul gerobak terbuat dari kayu
Dengan perjalanan yang sangat jauh
Untuk mendapatkan sesuap nasi
Akankah hidup terus begini
Dengan hidup penuh kesedihan
Dengan kesabaran hati
Dia ikhlas menjalani ini semua dengan lapang hati...
Kupandang sosok wanita
Duduk sendiri di bawah jalan
Tak punya arah hidup
Aku tak bisa membayangkannya...
Bagaikan ranting yang sudah patah
Yang tak bisa tersambung lagi
Terus berjalan tak peduli
Panasnya terik matahari
Dengan tubuh lemah gemulai
Memikul gerobak terbuat dari kayu
Dengan perjalanan yang sangat jauh
Untuk mendapatkan sesuap nasi
Akankah hidup terus begini
Dengan hidup penuh kesedihan
Dengan kesabaran hati
Dia ikhlas menjalani ini semua dengan lapang hati...
PUISI
SEMANGAT PEMUDA
Para pemua-pemudi
Marilah kita menyadarkan diri
Mengarahkan hidup yang lebih baik
Untuk masa depan kita kelak
Janganlah kita menyombongkan diri
Langkahkan kaki untuk kedepan
Gerakkan tangan untuk berbuat kebaikan
Hindarkanlah yang tak sepantasnya
Marilah kita menyonsong masa depan
Untuk meraih kebahagiaan
Mengukir nilai-nilai kebaikan
Agar kita menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa...
Para pemua-pemudi
Marilah kita menyadarkan diri
Mengarahkan hidup yang lebih baik
Untuk masa depan kita kelak
Janganlah kita menyombongkan diri
Langkahkan kaki untuk kedepan
Gerakkan tangan untuk berbuat kebaikan
Hindarkanlah yang tak sepantasnya
Marilah kita menyonsong masa depan
Untuk meraih kebahagiaan
Mengukir nilai-nilai kebaikan
Agar kita menjadi anak yang berguna bagi nusa dan bangsa...
PUISI
KERINDUAN KU
Hari-hari kulewati
Tanpa hadir mu disisi ku]
Saat engkau jauh di mata
Namun hati ku kan selalu dekat
Saat ini aku merindukan mu ibu
Kasih sayang mu, keramahan mu
Setiap malam wajah mu terbayang
Wahai ibu ku tersayang
Andai waktu dapat berputar
Aku takkan sis-siskan pengorbanan mu
Aku akan berusaha semampu ku
Untuk selalu buat mu tersenyum
O..ibu aku kan selalu ingat pada mu
Atas jasa-jasa mu pada ku
Kelak ku bahagiakan mu
Karena aku menyayangi mu ibu...
Hari-hari kulewati
Tanpa hadir mu disisi ku]
Saat engkau jauh di mata
Namun hati ku kan selalu dekat
Saat ini aku merindukan mu ibu
Kasih sayang mu, keramahan mu
Setiap malam wajah mu terbayang
Wahai ibu ku tersayang
Andai waktu dapat berputar
Aku takkan sis-siskan pengorbanan mu
Aku akan berusaha semampu ku
Untuk selalu buat mu tersenyum
O..ibu aku kan selalu ingat pada mu
Atas jasa-jasa mu pada ku
Kelak ku bahagiakan mu
Karena aku menyayangi mu ibu...
Senin, 02 Januari 2012
PENDEKATAN PEMBELAJARAN
pengertian
pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai kemampua, kemahiran dan keterampilan pendidik mengorganisasi peserta didik (PD) agar belajar.
dapat juga diartikan sebagai keterampilan pendidik mengolah pesan (bahan ajar) yang di peroleh dari berbagai sumber seperti buku teks, kehidupan, pengalaman internet, dll.
pendekatan pembelajaran diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proser pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi,menginspirasi, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis
tertentu.
pendekatan pembelajaran, terdapat 2 jenis pendekatan yaitu:
1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered appoach).
2. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered appoach).
menurut newman dan logan, mengemukakan 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu:
1. mengidentifikasi dan dan menetapkan spesifikasi dan klafikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus di capai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (bask way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan di tempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (criteria) dan patokan ukuran (standart) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan ( achievent) usaha.
jika kita terapkan dalam konteks pelajaran, ke 4 unsur tersebut adalah:
1. menetapkan spesifikasi dan klafikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik.
2. mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langakah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
3. mempertimbangkan dan memilih sistim pendekatan pembelajaran yang di pandang paling efektif.
4. menetapkan norma-norma dan batas minimim ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran keberhasilan.
penbelajaran secara individual
bertujuan: memberikan kesempatan dan keluasan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri, mengembangkan kemampuan, bakat, minat tiap individu PD secara optimal.
kedudukan PD dalam pengajaran secara individual adalah bersifat sentral.
1. keluasan belajar berdasarkan kemampuan sendiri .
2. keluasan mengontrol kegiatan, kecepatan dan intensitas belajar.
3. PD bertanggung jawab perlakuannya.
4. PD menilai sendiri atas hasil belajar.
5. PD bisa mengetahui kemampuan sendiri.
6. PD berkesempatan menyusun program belajar sendiri.
`dalam menyimplementasikan kurikulum berbasis kopetensi E, mulyasa (2003) mengeyengahkan 5 modal pembelajaran yang di anggap sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kopetensi yaitu:
1. pembelajaran kontektual (kontextual teaching learning) atau di dingkat dengan CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta dididk mampu menghubungkan dan menerapkan kopetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.
2. pembelajaran bermain peran (role playing) adalah salah satu model pembelajaran yang di arahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik.
3. pembelajaran partisipatif ( participative tweching and learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
4. belajar tuntas (mestery learning)
belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta ddidik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh matari yang di pelajari.
5. pembelajaran dengan modul (modular instruction) modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai satuan bahasan tertentu yang disusun secara sisrematis,operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaanya untuk para guru.
6. pelajaran inkuiri
adalah pelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan sisiwa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis,ktitis,logis,analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
pendekatan pembelajaran dapat diartikan sebagai kemampua, kemahiran dan keterampilan pendidik mengorganisasi peserta didik (PD) agar belajar.
dapat juga diartikan sebagai keterampilan pendidik mengolah pesan (bahan ajar) yang di peroleh dari berbagai sumber seperti buku teks, kehidupan, pengalaman internet, dll.
pendekatan pembelajaran diartikan juga sebagai titik tolak atau sudut pandang kita terhadap proser pembelajaran, yang merujuk pada pandangan tentang terjadinya suatu proses yang sifatnya masih sangat umum, didalamnya mewadahi,menginspirasi, dan melatari metode pembelajaran dengan cakupan teoretis
tertentu.
pendekatan pembelajaran, terdapat 2 jenis pendekatan yaitu:
1. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada siswa (student centered appoach).
2. pendekatan pembelajaran yang berorientasi atau berpusat pada guru (teacher centered appoach).
menurut newman dan logan, mengemukakan 4 unsur strategi dari setiap usaha yaitu:
1. mengidentifikasi dan dan menetapkan spesifikasi dan klafikasi hasil (out put) dan sasaran (target) yang harus di capai, dengan mempertimbangkan aspirasi dan selera masyarakat yang memerlukannya.
2. mempertimbangkan dan memilih jalan pendekatan utama (bask way) yang paling efektif untuk mencapai sasaran.
3. mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langkah (steps) yang akan di tempuh sejak titik awal sampai dengan sasaran.
4. mempertimbangkan dan menetapkan tolak ukur (criteria) dan patokan ukuran (standart) untuk mengukur dan menilai taraf keberhasilan ( achievent) usaha.
jika kita terapkan dalam konteks pelajaran, ke 4 unsur tersebut adalah:
1. menetapkan spesifikasi dan klafikasi tujuan pembelajaran yakni perubahan profil prilaku dan pribadi peserta didik.
2. mempertimbangkan dan menetapkan langkah-langakah atau prosedur, metode dan teknik pembelajaran.
3. mempertimbangkan dan memilih sistim pendekatan pembelajaran yang di pandang paling efektif.
4. menetapkan norma-norma dan batas minimim ukuran keberhasilan atau kriteria dan ukuran keberhasilan.
penbelajaran secara individual
bertujuan: memberikan kesempatan dan keluasan siswa untuk belajar berdasarkan kemampuan sendiri, mengembangkan kemampuan, bakat, minat tiap individu PD secara optimal.
kedudukan PD dalam pengajaran secara individual adalah bersifat sentral.
1. keluasan belajar berdasarkan kemampuan sendiri .
2. keluasan mengontrol kegiatan, kecepatan dan intensitas belajar.
3. PD bertanggung jawab perlakuannya.
4. PD menilai sendiri atas hasil belajar.
5. PD bisa mengetahui kemampuan sendiri.
6. PD berkesempatan menyusun program belajar sendiri.
`dalam menyimplementasikan kurikulum berbasis kopetensi E, mulyasa (2003) mengeyengahkan 5 modal pembelajaran yang di anggap sesuai dengan tuntutan kurikulum berbasis kopetensi yaitu:
1. pembelajaran kontektual (kontextual teaching learning) atau di dingkat dengan CTL merupakan konsep pembelajaran yang menekankan pada keterkaitan antara materi pembelajaran dengan dunia kehidupan nyata, sehingga peserta dididk mampu menghubungkan dan menerapkan kopetensi hasil belajar dalam kehidupan sehari-hari.
2. pembelajaran bermain peran (role playing) adalah salah satu model pembelajaran yang di arahkan pada upaya pemecahan masalah-masalah yang berkaitan dengan hubungan antar manusia (interpersonal relationship), terutama yang menyangkut kehidupan peserta didik.
3. pembelajaran partisipatif ( participative tweching and learning) merupakan model pembelajaran dengan melibatkan peserta didik secara aktif dalam perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pembelajaran.
4. belajar tuntas (mestery learning)
belajar tuntas berasumsi bahwa di dalam kondisi yang tepat semua peserta ddidik mampu belajar dengan baik, dan memperoleh hasil yang maksimal terhadap seluruh matari yang di pelajari.
5. pembelajaran dengan modul (modular instruction) modul adalah suatu proses pembelajaran mengenai satuan bahasan tertentu yang disusun secara sisrematis,operasional dan terarah untuk digunakan oleh peserta didik, disertai dengan pedoman penggunaanya untuk para guru.
6. pelajaran inkuiri
adalah pelajaran yang melibatkan secara maksimal seluruh kemampuan sisiwa untuk mencari dan menyelidiki sesuatu (benda, manusia atau peristiwa) secara sistematis,ktitis,logis,analitis sehingga mereka dapat merumuskan sendiri penemuannya dengan penuh percaya diri.
KETERAMPILAN MENGELOLA KELAS
A.hakekat pengelolaan kelas
1. pengertian
pengelolaan kelas (classrom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977) diklafikasikan kedalam tiga pengertian. yaitu:
1. berdasarkan pendekatan otoriter (autorityappoach) adalah pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat.
2. pendekatan permisif (permissive appoach). pengelolan kelas adalah upaya yang dilakukan guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktivitas sesuai dengan yang mereka inginkan.
3. pendekatan modivikasi tingkah laku, pendekatan ini didasarkan pada pengelolaan kelas merupakan proses perubahan tinhkah laku, jadi pengelolaan kelas merupakan upaya untuk mengembangkan dengan memfasilitasi perubahan prilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki prilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
2. pengelolaan dan pembelajaran
pengelolaan dan pembelajaran dapat dibedakan tetapi memiliki fungsi yang sama. pengelola penekanannya pada aspek pengaturan (managament) lingkungan pembelajaran. sementara pembelajaran (instruction) penekanannya pada aspek mengelola atau memproses materi pembelajaran. dan keduanya mencapai tujuan yang sama yaitu tunuan pembelajaran.
A. komponen-komponen kelas
untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran, maka unsur-unsur pengelolaan meliputi 2 tindakan yaitu:
1. model tindakan
a. preventif, yaitu upaya sedini mungkin yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran.
1. tanggap/peka, yaitu kemampuan guru merespon terhadap prilaku atau aktivitas yang di anggap akan mengganggu pembelajaran.
2. perhatian, selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas, lingkungan maupun segala sesuatu yang muncul.
B. refrensif, kemampuan guru untuk mengatasi,mencari dan menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran.
C. modivikasi tingkah laku
modivikasi tingkah laku, yaitu bahwa tingkah laku dapat di amati.
- pengelolaan kelompok, yaitu untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi dan mengikutsertakan berbagai komponen atau unsur yang terkait.
- diagnosis, yaitu suatu keterampilan untuk mencapai unsur-unsur yang akan menjadi penyebab gangguan maupun unsur-unsur yang akan menjadi kekuatan bagi peninhkatan proses belajar.
peran pendidik (guru)
a. mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap lingkunhannya.
b. membangun pemahaman siswa agar mengerti dan menyesuaikan tingkah lakunya dengan tertib kelas.
c. menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta tingkah laku sesuai dengan aktivitas kelas.
hal-hal yang harus dihindari:
- campur tangan yang berlebihan
- kesenyapan
- ketidaktepatan
- penyimpangan
- bertele-tele.
1. pengertian
pengelolaan kelas (classrom management) berdasarkan pendekatannya menurut weber (1977) diklafikasikan kedalam tiga pengertian. yaitu:
1. berdasarkan pendekatan otoriter (autorityappoach) adalah pengelolaan kelas adalah kegiatan guru untuk mengontrol tingkah laku siswa, guru berperan menciptakan dan memelihara aturan kelas melalui penerapan disiplin secara ketat.
2. pendekatan permisif (permissive appoach). pengelolan kelas adalah upaya yang dilakukan guru untuk memberi kebebasan kepada siswa untuk melakukan berbagai aktivitas sesuai dengan yang mereka inginkan.
3. pendekatan modivikasi tingkah laku, pendekatan ini didasarkan pada pengelolaan kelas merupakan proses perubahan tinhkah laku, jadi pengelolaan kelas merupakan upaya untuk mengembangkan dengan memfasilitasi perubahan prilaku yang bersifat positif dari siswa dan berusaha semaksimal mungkin mencegah munculnya atau memperbaiki prilaku negatif yang dilakukan oleh siswa.
2. pengelolaan dan pembelajaran
pengelolaan dan pembelajaran dapat dibedakan tetapi memiliki fungsi yang sama. pengelola penekanannya pada aspek pengaturan (managament) lingkungan pembelajaran. sementara pembelajaran (instruction) penekanannya pada aspek mengelola atau memproses materi pembelajaran. dan keduanya mencapai tujuan yang sama yaitu tunuan pembelajaran.
A. komponen-komponen kelas
untuk mendukung terjadinya proses pembelajaran, maka unsur-unsur pengelolaan meliputi 2 tindakan yaitu:
1. model tindakan
a. preventif, yaitu upaya sedini mungkin yang dilakukan oleh guru untuk mencegah terjadinya gangguan dalam pembelajaran.
1. tanggap/peka, yaitu kemampuan guru merespon terhadap prilaku atau aktivitas yang di anggap akan mengganggu pembelajaran.
2. perhatian, selalu mencurahkan perhatian pada berbagai aktivitas, lingkungan maupun segala sesuatu yang muncul.
B. refrensif, kemampuan guru untuk mengatasi,mencari dan menemukan solusi yang tepat untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam lingkungan pembelajaran.
C. modivikasi tingkah laku
modivikasi tingkah laku, yaitu bahwa tingkah laku dapat di amati.
- pengelolaan kelompok, yaitu untuk menangani permasalahan hendaknya dilakukan secara kolaborasi dan mengikutsertakan berbagai komponen atau unsur yang terkait.
- diagnosis, yaitu suatu keterampilan untuk mencapai unsur-unsur yang akan menjadi penyebab gangguan maupun unsur-unsur yang akan menjadi kekuatan bagi peninhkatan proses belajar.
peran pendidik (guru)
a. mendorong siswa mengembangkan tanggung jawab individu terhadap lingkunhannya.
b. membangun pemahaman siswa agar mengerti dan menyesuaikan tingkah lakunya dengan tertib kelas.
c. menimbulkan rasa berkewajiban melibatkan diri dalam tugas serta tingkah laku sesuai dengan aktivitas kelas.
hal-hal yang harus dihindari:
- campur tangan yang berlebihan
- kesenyapan
- ketidaktepatan
- penyimpangan
- bertele-tele.
Langganan:
Postingan (Atom)